Tahi Lalat

 Salah satu cerpen oleh Shoim Anwar yang berjudul Tahi Lalat ini awalnya saya berpikir bahwa akan menceritakan sepenuhnya tahi lalat yang  berada di tubuh seseorang ternyata cerpen ini bukan hanya menceritakan tahi lalat saja melainkan menceritakan suasana yang ramai diperbincangkan oleh masyarakat setempat atas apa yang dilakukan oleh lurah yang memimpin kelurahan tersebut.  Masyarakat berspekulasi bahwa ada tahi lalat di tubuh istri kedua miliki pak lurah, setelah istrinya yang pertama sudah bercerai, spekulasi ini ramai diperbincangkan oleh masyarakat setempat. Jika ibu lurah lewat masyarakat basa basi menyapanya seakan akan tidak terjadi sesuatu, akan tetapi masyarakat saling memberi kode atau isyarat menunjukan  satu sama lain letak tahi lalat yang dimilikinya. Selain itu sang istri juga dikabarkan berselingkuh dengan para penjabat, berita perselingkuhan ini juga masyarakat tidak ketinggalan berita, sambil bercengkrama pasti selalu membicarakan kebusukan pak lurah serta tahi lalat yang dimiliki istirnya serta isu perselingkuhan.

Masyarakat merasa tertindas dengan apa yang dilakukan oleh pak lurah, mengancam masyarakat setempat untuk menjual tanah yang strategis untuk dijalankan perumahan yang elit, jika tidak dijual maka berbagi ancaman dikeluarkan dari tubuh mulutnya. Hingga pada akhirnya warga setempat menjual tanahnya meskipun harganya tidak sesuai. Desa tersebut ramai setiap harinya dengan berbagai alat besar untuk membangun entah perumahan atau gedung gedung yang elit. Lurah melakukan ini tanpa ada persetujuan dari masyarakat setempat. Janji yang dikeluarkan waktu pencalonan lurah sampai kini tidak di tempati.

Cerpen tersebut memiliki kaitan erat dengan kehidupan saat ini, di mana ketika seseorang sudah berkuasa atau menjabat suatu jabatan maka janji atau visi misi waktu pencalonan seakan-akan sirna seketika. Banyak masyarakat saat ini ditipu oleh penguasa dengan imbal akan begini begitu padahal tidak akan terjadi. Saya akan mengambil contoh yang di kehidupan nyata yang saya ketahui, cerita ini juga sama dengan cerpen di atas. Dimana salah satu daerah yang dekat wilayah tempat tinggal saya, sangat cantik dan indah. Tiba tiba dibangun tambang dan pabrik semen tanpa ada persetujuan dari masyarakat setempat, meskipun tanah yang dipakai juga dari beberapa masyarakat yang dibeli dengan harga murah. Beberapa tahun terakhir banyak masyarakat setempat menolak atau protes kepada pemerintah setempat untuk tidak melanjutkan atau meneruskan pabrik semen ini, karena lingkungan sekitarnya sudah tercemar. Permasalah tersebut masih saat ini terjadi dan belum ada titik terang. 

Kita sebagai masyarakat seharusnya harus tegas dan berani untuk melawan orang yang memiliki tujuan yang tidak baik untuk daerah kita. Jangan hanya menceritakan atau bergosip kesana kemari, melainkan hsrue mencari kebenaran dan keadilan di mata hukum. Kalau bukan kita siapa lagi. Karena ada beberapa masyarakat diantara kita, ketika para penguasa memberikan uang atau yang lain makan akan mudah dikena tipu atau dihasut, tetapi setelah itu baru menyesal. 

Cerpen ini menarik karena pemilihan judul yang tepat dan cerita nya tidak bertele-tele. Bahasa yang digunakan dalam cerita ini mudah dipahami.

Komentar